Monday, April 21, 2014
Breaking News
Home » Blog » Pembeli Adalah Raja

Pembeli Adalah Raja

pembeli adalah rajaBekerja sebagai Marketing disalah satu perusahaan swasta yang menjual mesin fotocopy membuat saya setiap hari bertemu dan berinteraksi dengan karakter pembeli yang berbeda beda, sampai sampai saya hafal dengan beberapa tipe pembeli dan terkadang saya juga dibuat jengkel. Pernah dengar istilah Pembeli Adalah Raja Diartikan dari kata saja sudah memberikan kesan bahwa si penjual tunduk dan patuh kepada si pembeli, tapi istilah ini tidak berlaku bagi saya pribadi.

Memang benar banyak yang bilang bahwa pembeli adalah raja tapi pembeli tetaplah pembeli dan bukanlah layaknya seorang raja yang harus kita turuti semua kehendaknya :)

Pernah ada kejadian yang masih saya ingat sampai saat ini saat berhadapan dengan beberapa tipe calon pembeli yang memang memerlukan “perlakuan” khusus untuk menghadapinya, sampai sampai saya harus menahan emosi demi “merayu” agar calon pembeli tersebut jadi membeli produk yang saya tawarkan.

Beberapa kejadian yang masih saya ingat adalah sebagai berikut, maaf sebelumnya karena saya akan menceritakan beberapa kejadian tersebut dengan gaya bahasa yang santai saja biar lebih enjoy hehehe :D

Ketika pembeli menawar tanpa belas kasihan

Tawar menawar memang sudah lumrah dilakukan antara pembeli dengan penjual dan hal ini setiap hari saya alami, tapi yang paling bikin nyesek jika pas ngadepin pembeli yang nawarnya tanpa belas kasihan, saya sering dibuat keteteran dengan pembeli macam ini. Orientasi mereka hanyalah harga harga dan harga…. boro boro ngomongin kwalitas dan nilai plus barang dagangan omongan anda tidak akan didengar kecuali harga… kalau kata Mr. James Gwee dalam seminarnya “Selling With Empathy” pembeli macam ini dinamakan tipe “penggiat” ( mudah mudahan tidak salah soalnya waktu seminar dulu saya sedikit ngantuk :) ) untuk ciri cirinya tipe ini selalu menomor satukan harga. Biasanya gaya menawarnya seperti ini… Discount berapa persen nih pak? 50% yah…? bisa 75% nggak? bisa nggak pak? ujung ujungnya bilang saya aja dapat harga segini dari tempat yang lain kok, bapak berani kasih saya harga berapa?

Sekedar nanya harga produk

Biasanya ini saya alami via telepon

Pembeli: Hallo… dengan pak beni? mau tanya pak….bapak jual mesin fotocopy ya?…. harganya berapa pak?

Saya: Iya benar pak… harganya sekian pak ( dengan pede nyebutin harga ) :D

Pembeli: Boleh kurang gak pak? harga nett nya berapa?

Saya: Harga nett nya sekian pak… ( mulai HOT nih ) :D

Pembeli: Sekian aja deh pak biar jadi ( penelfon nawar dan seolah olah akan beli )

Saya: Sebentar ya pak saya hitung dulu ( ngambil kalkulator ) Ok deh buat penglaris harga sekian pak  …. Deal? :)

Pembeli: Ok pak nanti saya kabarin lagi kalau jadi beli…. makasih ya pak ( tiba tiba mutusin telepon )

Ketika pembeli merasa dirinya seorang Raja

Paling rese kalau menghadapi pembeli yang banyak maunya dan menganggap dirinya Raja. Bayangkan coba gimana nggak sebel kalau pembeli udah meracik sendiri dagangan yang saya tawarkan menggabungkan ini dan itu mengurangi ini dan itu terus membuat harga sendiri dan dengan mudahnya bilang gimana pak boleh ya? giliran udah dikasih minta free ongkir pula… kalau udah dikasih free ongkir terus minta bonus inilah itulah dengan alasan “kan saya belinya banyak pak” lha yang dagang siapa? :D

Ketika pembeli tiba tiba GALAU

Pembeli tipe ini ciri cirinya selalu mengulang pertanyaan yang sudah pernah ditanyakan dan tidak berani mengambil keputusan. Sama seperti kondisi kejiwaan ABG yang sedang Galau… terlihat ragu, sering mengeluh, kata katanya pesimis, takut gagal memulai usaha, terus berhitung. Puncaknya ketika saya sudah nerangin ampe mulut berbusa dan belepotan, banting bantingan harga, obral obralan bonus… tiba tiba dengan mimik muka yang polos bilang ” Baik pak terimakasih banyak atas informasinya, nanti saya pertimbangkan dulu, nanti saya tanyakan dulu sama istri saya, kakak saya, pakdhe saya, kucing saya, ayam saya, nanti kalau sudah berminat saya hubungi bapak” hehehe :D

Ternyata pembeli juga bisa GALAU, kalau pas nemu yang seperti gini biasanya dia belum punya uang dan baru sekedar nanya nanya informasi aja hehehe jadi cukup senyum dan ngomong seperlunya aja :)

Bagi saya pribadi pembeli bukanlah raja dan bukan juga pembully saya lebih mengartikan bahwa pembeli adalah calon pelanggan dari produk atau jasa yang saya tawarkan.

About Beni Ariyanto

If you don't design your own life plan, chances are you'll fall into someone else's plan. And guess what they have planned for you? Not much! :)